Raising up Your Standar

Mandiri

Banyak orang berbakat dan mempunyai potensi besar yang tidak mendapatkan apa apa dari kehidupan karena mereka tidak belajar cara hidup secara mandiri. Mereka terus­menerus bersandar dan bergantung pada orang lain untuk kemajuan mereka sendiri.

Orang yang selalu bersandar tidak punya kepercayaan diri. Mereka tidak percaya bahwa mereka punya potensi sehingga harus selalu bergantung pada orang lain untuk mendorong, mengangkat, atau menarik diri mereka sendiri. Mereka seperti gerobak yang memerlukan penarik untuk bisa berjalan. Masalahnya, ke mana gerobak itu pergi ditentukan oleh pendorongnya. Masa depan orang yang tidak mandiri justru ditentukan oleh orang lain, bukan dirinya sendiri. Itu sama saja menyerahkan kemerdekaan diri untuk dijajah orang lain.

Bila kita tidak mengenali potensi yang Tuhan taruh dalam diri dan tidak mengembangkannya, kita akan menjadi lemah di lautan kehidupan ini. Seperti kapal rapuh yang terombang­ambing dan akhirnya terdampar di pantai sebagai rongsokan. Seperti otot yang tidak pernah dipakai, akan menjadi lemah. Demikian juga potensi kita.

Kalau kita mengenali diri dan potensi yang Tuhan taruh dalam diri kita, kita akan bertumbuh menjadi pemimpin, bukan pengikut. Menjadi pemikir, bukan penjiplak. Menjadi pengambil keputusan, bukan orang yang selalu ragu dan minta nasihat ke sana kesini. Menjadi tiang yang berdiri kokoh, bukannya orang yang selalu mencari sandaran. Memang tidak mudah, tetapi kita harus mandiri untuk mencapai potensi yang Tuhan inginkan.

Share This Post:
aan

aan

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt

 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC