Surat Pastoral

KRISTUS, SANG PENGANTARA

Ayat Bacaan: Ibrani 7: 24-27; Ibrani 8:5,6; I Yohanes 2:1,2
Di dalam Perjanjian Lama kita melihat adanya sebuah pola kerohanian yang diwakili, dimana bangsa Israel yang tidak diijinkan oleh Tuhan untuk secara langsung datang mendekat kepadaNya untuk mempersembahkan korban syukur, korban penebusan salah, korban pengampunan dosaatas dosa yang mereka perbuat, bagi mereka Allah menetapkan seorang Imam Besar dan para imam yang dikhususkan untuk menjadi pengantara bagimereka di hadapan Allah.

Ada korban yang harus dipersembahkan dan kehadiran para imam yang mewakili membuat bangsa itu sulit untuk memiliki relasi yang intim dengan Allah secara pribadi, karena di dalam pikiran mereka, Allah menjadi pribadi yang tidak akan pernah bisa mereka dekati / hampiri. Tetapi di dalam Perjanjian baru, Allah telah memberikan kepada kita seorang Pengantara yang sempurna, yaitu Putra-Nya sendiri Tuhan Yesus Kristus, yang membuat kita, setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, dapat datang menghampiri Allah secara pribadi di dalam keberadaan kita yang apa adanya.

Keterbatasan kita di dalam mengungkapkan isi hati dan kerinduan yang ada dalam hati kita kepada Allah, sering membuat kita kehabisan kata-kata di dalam doa, bahkan ada saat dimana dalam situasi atau kondisi yang sedang kita hadapi, kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita katakan di dalam doa. Keterbatasan diri manusia ini jugalah yang membuat kita mengalami kesulitan dalam mengerti kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga terkadang kita bisa merasa bahwa kita mendoakan hal yang salah,dan ragu apakah doa yang kita naikkan akan dijawaboleh Tuhan. Kisah Hana yang di salah mengerti oleh imam Eli saat sedang menumpahkan isi hatinya di hadapan Tuhan, memberikan gambaran yang cukup baik tentang kebenaran ini. Kita sangat terbatas, bahkan hanya untuk hal berkata-kata di dalam doa-doa, tetapi kisah tentang Hana ini mengajarkan kepada kita, bahwa sekalipun kita mengalami kesulitan dalam menyampaikan isi hatinya kepada Tuhan dan kehabisan kata-kata di dalam berdoa, Tuhan pasti selalu mendengar doa kita dan menjawab apa yang menjadi kerinduan hati kita, karena kita memiliki seorang Pengantara yang terus menerus bersyafaat bagi kita, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita

Di dalam Alkitab kita juga menemukan sebuah kebenaran yang seharusnya menyadarkan kita akan betapa perlunya kita bergantung kepada Allah, yaitu bahwa di setiap hari yang kita jalani Iblis selalu mendakwa dan melemparkan tuduhan-tuduhan atas hidup kita sebagai senjata dalam mengintimidasi kita, dia selalu merancangkan sesuatu yang jahat untuk hidup kita. Orang yang terbelenggu dengan intimidasi si jahat akan dengan mudah dikalahkandansegala berkat yang telah Allah berikan akan dengan mudah dicurinya dari dalam hidup orang tersebut. Kisah Ayub memperlihatkan kepada kita betapa Iblis sangat aktif dalam merancangkan hal yang jahat bagi Ayub (orang yang ikasihi Tuhan), suatu kebenaran yang sering kita tidak sadari karena hal ini adalah sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terlihat dengan mata jasmani kita, tetapi jika di dalam setiap hari yang kita jalani, kita selalu melihat dan merasakan berkat dan kebaikan Tuhan, dan jika dalam hari-hari yang kita jalani, kita bisa terluput dari hal-hal jahat yang dirancangkan oleh Iblis bagi kita, saya percaya hal itu terjadi karena Allah lebih mendengar syafaat yang dinaikkan oleh Putra-Nya untuk kita, daripada setiap tuduhan dan dakwaan yang dilemparkan oleh Iblis. Setiap hari Iblis boleh mendakwa dan merancangkan yang jahat untukkita, tetapi kita memiliki seorang pengantara yang selalu bersyafaat bagi kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Yesus Kristus adalah Pengantara yang sempurna, bagi kita yang tidak sempurna. Keberadaan Yesus Kristus sebagai Pengantara bukan untuk menjauhkankita dari Allah, tetapi justru melalui diri-Nya, bagi kita terbuka jalan untuk dapat datang menghampiri Allah secara pribadi. Dan yang terakhir adalah datanglah menghampiri Allah, dan dengan penuhkeberanian berserulah kepada-Nya dalam doa-doa kita, sebab kita tahu bahwa jawaban atas doa-doa kita tidaklah tergantung dari kata-kata yang kita ucapkan kepada-Nya, melainkan iman kita kepada apa yang telah Yesus Kristus kerjakan dan apa yang Dia naikkan dalam syafaat-Nya bagi kita. Tuhan Yesus Kristus, Dialah Pengantara yang sempurna.

Penulis: Arthur Siagian

Share This Post:
 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC