Pentingnya perhatian seorang ayah kepada anaknya PDF Print E-mail
Articles
Written by Thomas E. Rahadja   
Sunday, 06 June 2010 15:48
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja

James Dobson, pendiri dari Focus on the Family, sebuah lembaga pelayanan pembinaan keluarga yang sangat berpengaruh di Amerika mengatakan bahwa Cornell University pernah melakukan penelitian tentang berapa waktu setiap hari yang diberikan oleh seorang ayah kepada anak-anaknya. Di dalam penelitian tersebut ditemukan ternyata rata-rata seorang ayah di Amerika hanya meluangkan 37,7 detik per hari untuk benar-benar berkomunikasi secara bermutu dengan anak-anaknya. Sebaliknya anak-anak tersebut menggunakan waktunya untuk melihat televisi sebanyak 54 jam per minggu!

Hal ini bukan berarti sang ayah tidak berbicara dengan anak-anaknya. Bisa jadi setiap hari ia berbicara lebih dari sepuluh menit dengan mereka. Namun pembicaraan yang sepanjang sepuluh menit tersebut bukanlah pembicaraan yang bermutu, di mana sang anak merasakan bahwa sang ayah-ayah benar-benar memberikan perhatian kepada minat pribadi dirinya dan bersedia mendengar pikiran yang bersangkutan. Tetapi yang ada hanyalah komunikasi yang berisi perintah untuk mengerjakan ini dan itu dan melarang ini dan itu. Sehingga kalau pun ada pembicaraan yang benar-benar bermutu, ya hanya kurang dari satu menit saja per hari.

Memang di masa silam kesibukan manusia tidaklah seperti di masa sekarang sehingga kemungkinan besar di masa itu seorang ayah memiliki waktu yang lebih banyak untuk anak-anaknya dibandingkan di masa kini. Namun walaupun demikian perhatian seorang ayah terhadap anaknya seperti yang ditunjukkan oleh Yairus, kepala rumah ibadat di Kapernaum tetap sangat menyentuh hati. Perhatian tersebut dapat dilihat dari apa yang dilakukannya saat memohon pertolongan kepada Yesus bagi anak perempuannya sebagaimana yang dicatat di dalam Markus 5:21-14, 35-43. Di sana juga dicatat bagaimana perhatian sang ayah itu sangat dihargai oleh Yesus.

Markus 5:21-24, 35-43

21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,  22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya  23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."  24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"  36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"  37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.  38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.  39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"  40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.  41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"  42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.  43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.


I.    Tanggapan Yesus terhadap kasih seorang ayah

Kita dapat membayangkan betapa lelahnya diri Yesus di saat Ia tiba di pantai Galilea dekat kota Kapernaum. Sehari sebelumnya Ia telah melakukan pelayanan sepanjang hari tanpa henti. Senja hari Ia melakukan perjalanan ke Gadara dan menghadapi badai saat berada di tengah danau. Menjelang tengah malam saat tiba di Gadara Ia langsung menolong orang yang kerasukan roh jahat di sana. Sebagai akibat penduduk setempat mendesak diri-Nya untuk meninggalkan wilayah mereka.  Karena itu Yesus pun meninggalkan tempat tersebut dan melakukan perjalanan di pagi hari buta untuk kembali wilayah sisi Barat danau Galilea, yaitu kembali ke kota Kapernaum.

Begitu Yesus tiba di pantai, orang banyak kembali mengerumuni diri-Nya. Nampaknya mereka yang tidak dapat ikut pergi berlayar dengan diri-Nya ke seberang danau tersebut menunggu-nunggu diri-Nya. Karena itu begitu Yesus tiba kembali segera orang banyak itu berbondong-bondong datang menemui diri-Nya di pantai lalu mengerumuni Dia.

Kemudian datanglah kepala rumah ibadat atau sinagog Kapernaum yang bernama Yairus kepada-Nya. Begitu ia melihat Yesus, sang tokoh masyarakat ini tanpa segan-segan tersungkur di depan kaki Yesus dan memohon dengan sangat kepada-Nya untuk datang ke rumahnya dan menolong anak perempuannya yang sedang sakit dan hampir mati. Di dalam Markus 5:23 dicatat Yairus berkata kepada Yesus demikian: “"Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."

Sebagai seorang kepala rumah ibadat Yairus bukanlah seorang ahli Taurat atau orang Farisi. Karena di masa itu kepala rumah ibadat adalah seorang awam, dan pada umumnya yang bersangkutan adalah seorang tokoh yang terpandang di mata masyarakatnya. Oleh karena itu ia dipilih oleh penduduk setempat untuk menjadi kepala dari anggota masyarakat lainnya yang mengurus rumah ibadat. Di dalam menjalankan tugasnya sang kepala rumah ibadat bekerjasama dengan seorang rabbi atau guru agama yang bertugas untuk mengajar masyarakat dengan ajaran-ajaran dari kitab Taurat.

Bagi Yairus kedudukannya yang terpandang itu tidak ia hiraukan. Keadaan anaknya yang sangat gawat membuat dirinya rela untuk merendahkan diri di hadapan Yesus dan memohon pertolongan-Nya. Kasih Yairus terhadap anaknya dan imannya kepada Yesus ini menggerakkan hati Yesus. Itu sebabnya dengan mengabaikan kelelahan diri-Nya seperti yang dicatat di dalam Markus 5:24 segera Yesus memenuhi permohonannya dengan pergi bersama Yairus ke rumahnya. Orang banyak yang tadi mengerumuni Yesus di pantai juga ikut bersama dengan Dia.


II.  Tanggapan Yesus terhadap ketidak percayaan orang banyak

Di dalam Markus 5:35 dicatat, sementara mereka berada di tengah jalan datanglah orang dari keluarga Yairus dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Artinya orang ini dan keluarga Yairus melihat bahwa tidak ada gunanya bagi Yesus untuk datang ke rumah Yairus sebab sang anak sudah mati. Bagi mereka kemungkinan Yesus masih dapat menolong anak itu kalau saja ia masih hidup. Tetapi sekarang anak itu sudah mati, sehingga mereka beranggapan tidaklah mungkin Yesus mampu untuk menolongnya.

Menanggapi ketidak percayaan mereka, Yesus melakukan dua hal. Yang pertama, seperti yang dicatat di dalam Markus 5:36 Yesus tidak menghiraukan berita yang mereka sampaikan, tetapi berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja!" Dengan demikian Yesus berkata kepada Yairus agar tidak terpengaruh oleh ketidak percayaan orang banyak tersebut, tetapi menegaskan agar yang bersangkutan tetap percaya bahwa Yesus mampu melakukan mujizat yang melampaui kemampuan manusia untuk memahaminya.

Yang kedua, Ia melarang orang banyak yang menyertai diri-Nya dari pantai danau Galilea untuk mengikuti diri-Nya. Di dalam Markus 5:37 dicatat bahwa Ia hanya mengajak tiga orang murid utama-Nya, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus untuk pergi menyertai Dia. Ia akan melakukan mujizat dan tidak menghendaki diri-Nya hanya sekedar menjadi bahan tontonan orang banyak yang hanya ingin melihat apa yang akan Ia lakukan. Memang sampai sekarang pun masih banyak orang yang datang ke suatu ibadah hanya untuk menonton mujizat Tuhan dan bukan untuk mengalami kuasa dan kebenaran Tuhan yang mengubah diri mereka.


III. Tanggapan Yesus terhadap ketidak pahaman orang banyak

Ketika mereka tiba di rumah Yairus Yesus melihat orang banyak sedang menangis meratapi kematian anak tersebut. Kepada orang banyak itu di dalam Markus 5:39 Yesus berkata: “"Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"  Dengan berkata demikian Yesus bermaksud untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kuasa yang ada pada diri-Nya sangatlah tidak terbatas. Sehingga bagi Yesus membangkitkan orang dari kematian sama mudahnya seperti membangunkan orang dari tidurnya saja.

Namun orang banyak itu tidak memahami pernyataan Yesus ini, sehingga mereka menertawakan Yesus. Oleh karena itu Yesus mengusir orang banyak itu dan dibawa-Nya Yairus dan istrinya bersama dengan ketiga murid-Nya untuk masuk ke dalam kamar anak Yairus. Ia akan melakukan mujizat yang besar dan Ia tidak menghendaki orang yang hanya sekedar ingin menonton dan orang yang hanya membuat kegaduhan namun tak beriman  berada di tempat tersebut.

Sesudah itu dipegang-Nya tangan anak itu dan di dalam Markus 5:41 dicatat Ia berkata dalam bahasa Aram kepada anak itu: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"  Pada masa itu bahasa Aram merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang Israel. Mereka membaca kita Taurat dalam bahasa Ibrani atau terjemahan-Nya di dalam bahasa Yunani yang biasa disebut sebagai kitab Septuaginta. Tetapi dalam komunikasi sehari-hari mereka menggunakan bahasa Aram.

Seketika itu juga anak perempuan yang berusia dua belas tahun itu bangkit dari kematiannya, berdiri dan berjalan. Yesus pun menyuruh Yairus dan istrinya untuk memberi anak itu makan. Bukan itu saja Ia berpesan agar orang-orang yang melihat mujizat ini untuk tidak menceritakannya kepada orang lain. Bila di Gadara Ia menyuruh orang yang telah dilepaskan dari kuasa roh jahat untuk memberitahukannya kepada orang lain, di sini justru sebaliknya Ia melarang hal tersebut.

Yesus sudah cukup banyak direpotkan oleh orang banyak yang hanya sekedar ingin menonton diri-Nya dan Ia tidak ingin menambah kerepotan tersebut karena orang banyak itu mengetahui mujizat yang Ia lakukan atas anak Yairus. Kalau Ia bersedia menolong anak ini hal tersebut adalah semata-mata karena kasih-Nya kepada orang yang menderita dan penghargaan-Nya terhadap perhatian seorang ayah kepada anaknya.

Hal ini mengajar kita tiga hal. Yang pertama pentingnya untuk datang kepada Yesus dengan iman, bukan datang untuk mencari hal-hal yang sensasional. Kehausan terhadap hal-hal yang sensasional tidak akan membangun iman yang teguh dan membawa perubahan dalam hidup seseorang. Yang kedua, betapa Yesus menghargai waktu yang Ia miliki. Ia tidak ingin membuang waktu-Nya untuk hal-hal yang tak berguna, seperti membiarkan orang banyak yang hanya sekedar ingin menonton kuasa-Nya namun tidak terbuka terhadap kebenaran yang Ia sampaikan. Yang ketiga, pentingnya perhatian seorang ayah kepada anaknya. Sikap kasih dan bertanggungajwab dari seorang ayah tersebut bukan saja diperlukan oleh sang anak tetapi juga sangat dihargai oleh Tuhan. Karena demikian juga sikap dari Allah Bapa, Ia penuh perhatian kepada kita yang adalah anak-anak-Nya.
Comments
Search
Only registered users can write comments!
GKPB.NET Comment System

GKPB.NET Comment System"

 
Latest Message: 1 week ago
  • bob : untuk dumian...kalau gratis mungkin sulit...tapi kalau agak murah kita bisa usahakan
  • Lorna : halo semua
  • Dumian : hai..ada yang punya sponsor atau info untuk bisa dapatin kaos gratis ga untuk komunitas di sebuah kota? misalnya untuk pelayanan remaja? thx b4. GBU
  • cicik79 : pls.. kirim ke cicik79@yahoo.com anybody know about SHine by GKPB...
  • cicik79 : tertarik juga nih dengan SHine... bisa tau informasi selengkapnya ttg shine ya...India lg perlu nih...mohon bantuannya ya.. Makasih
  • cicik79 : ikutan ah.. gue datang jauh2 dari India lho...tp member GKPB MDC, kangen neh ama GKPB, pa kabarnya?
  • Riona : @adminb&all: apa ada yang punya informasi kapan reat-reat Shine dilaksanakan? terima kasih sebelumnya...
  • Riona : hallo, salam kenal semua
  • Riona : hallo, salam kenal semua..
  • hengkycandra : @admin: Shalom! saya mau submit blog tapi koq gak bisa yachh...ada apa yachh? blog saya di image-smg.blogspot.com
  • hengkycandra : Hi everyone...salam kenal yachh...visit my blog at «link»
  • julhan : Hi all, selamat beraktifitas - GBU
  • Toni HW : hallo, world...
  • micro : salam kenal, Gbu all
  • modalcoin : Salam kenal semua :-)
  • Johan : hello all
  • tolib : apa???
  • tolib : hai... ada yg lg
  • tolib : salam sukses untuk semua, GBU ALL
  • Aliuz : Seorang pelayan yang setia adalah pelayan yang berkorban bagi Tuannya tanpa memperdulikan dirinya, yang terpenting adalah kepuasan dari Tuannya
  • theosh : Menjadi Pelayan Mimbar Gereja adalah kumpulan para pelayan, ketika kita mengambil keputusan untuk menjadi jemaat terdaftar, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjadi Pelayan dan melibatkan diri dalam satu bidang pelayanan. Tetapi sayang, masih didapati motivasi yang tidak benar ketika seseorang ingin terlibat dalam pelayanan, sebagian besar masih berpikir bahwa terlibat dalam pelayanan adalah untuk mendapat atau menerima sesuatu dari pelayanan itu. faktor inilah yang menjadi penyebab utam
  • martha prata : gbu too Tolib!
  • tolib : happy day GBU ALL
  • tolib : happy day... GBU ALL !!!
  • tolib : happy day,...

Only registered users are allowed to post