| Pertanyaan-pertanyaan yang mengungkapkan bobot kerohanian |
|
|
|
| Articles | ||||||||
| Written by Thomas E. Rahadja | ||||||||
| Thursday, 22 July 2010 23:08 | ||||||||
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja Dua puluh tahun memberi kuliah di kelas mengajar saya bahwa salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana para mahasiswa saya telah memahami dan tertarik kepada mata kuliah yang saya paparkan adalah dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan di dalam kelas. Dari kualitas pertanyaan yang mereka ajukan saya dapat memperkirakan sejauh mana mereka merasa berminat dan menguasai pokok yang sedang saya paparkan. Karena itu adalah benar bila orang berpendapat bahwa ada tiga tahapan dalam belajar. Tahap yang pertama kita belajar menjawab dengan benar. Tahap yang kedua kita belajar mengajukan pertanyaan dengan benar. Tahap yang ketiga dan yang terakhir adalah belajar untuk mengetahui pertanyaan mana yang patut untuk ditanyakan. Hal inilah yang bagi Isidor Rabi merupakan prinsip penting bagi kehidupannya. Yang bersangkutan adalah seorang ilmuwan kelahiran Polandia yang menjadi pemenang hadiah Nobel untuk ilmu fisika tahun 1944. Suatu ketika seseorang bertanya kepada Isidor Rabi apakah yang membuat ia berhasil menjadi seorang ilmuwan yang ternama. Rabi menjawab bahwa di waktu ia masih kanak-kanak setiap hari seusai sekolah ibunya akan mengajak yang bersangkutan berbicara tentang apa yang ia alami di sekolah pada hari itu. Si ibu tidak terlalu tertarik untuk menanyakan apa yang telah ia pelajari hari itu. Tetapi ia selalu bertanya kepada Rabi: “Sudahkah engkau mengajukan pertanyaan yang berkualitas hari ini?” Kemudian Isidor Rabi berkata kepada orang tersebut: “Mengajukan pertanyaan yang berkualitas telah mengakibatkan saya menjadi seorang ilmuwan.” Dengan cara yang sama kita dapat mengukur kedalaman rohani orang-orang Yahudi di Yerusalem yang mempertanyakan tentang diri Yesus. Di dalam Yohanes 7:25-36 dicatat saat mereka melihat Yesus mengajar dengan leluasa di dalam Bait Allah mereka mengajukan beberapa pertanyaan di antara mereka sendiri. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kita dapat mengetahui apa yang menjadi pendapat mereka tentang Yesus dan kualitas kehidupan rohani mereka. Yohanes 7:25-36 25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? 26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? 27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." 28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. 29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." 30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. 31 Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?" 32 Orang-orang Farisi mendengar orang banyak membisikkan hal-hal itu mengenai Dia, dan karena itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap-Nya. 33 Maka kata Yesus: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. 34 Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada." 35 Orang-orang Yahudi itu berkata seorang kepada yang lain: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani? 36 Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?" I. Pertanyaan tentang ke-Mesiasan Yesus Saat itu bangsa Israel sedang merayakan hari raya Pondok Daun, salah satu dari tiga perayaan utama yang diperintahkan Tuhan di dalam Ulangan 16:16 untuk dirayakan oleh umat-Nya. Ketiga perayaan tersebut adalah hari raya Paskah atau hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Tujuh Minggu atau Pentakosta yaitu lima puluh hari sesudah hari raya Paskah dan hari raya Pondok Daun yaitu enam bulan sesudah hari Paskah. Hari raya Pondok Daun yang berlangsung selama tujuh hari tersebut dimaksudkan Tuhan agar umat-Nya bersyukur kepada Tuhan karena dua hal. Yang pertama yaitu bersyukur karena Tuhan telah memberkati mereka dengan panen yang melimpah. Yang kedua yaitu bersyukur kepada Tuhan karena telah menuntun nenek moyang mereka keluar dari negeri Mesir dan membawa umat-Nya itu berjalan di padang gurun dimana mereka harus hidup di dalam pondok atau kemah. Untuk mengingat kedua hal tersebut selama masa perayaan Pondok Daun umat Israel tinggal di dalam pondok-pondok yang didirikan di seantero Yerusalem. Di dalam suasana perayaan yang penuh sukacita tersebut orang-orang Israel dari berbagai penjuru negeri membanjiri Yerusalem untuk merayakan kebaikan Tuhan. Di saat itu mereka melihat Yesus dengan terang-terangan mengajar orang banyak di dalam Bait Allah. Sedangkan penduduk Yerusalem sendiri sudah mulai mendengar desas-desus bahwa para pemuka agama Yahudi bermaksud untuk menangkap dan membunuh Yesus. Itu sebabnya di dalam Yohanes 7:25-26 mereka bertanya demikian di antara sesama mereka: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?” Dengan bertanya demikian mereka mempertanyakan tentang ke-Mesiasan Yesus. Dalam pemahaman mereka bila para pemimpin agama Yahudi yang bermaksud membunuh Dia tidak menangkap Yesus berarti bisa jadi bahwa para pemimpin tersebut sekarang berubah pikiran sebab mereka mengetahui bahwa Yesus adalah benar-benar Kristus atau Mesias. Lebih jauh para penduduk Yerusalem tersebut kembali mempertanyakan dugaan mereka terhadap para pemimpin agama Yahudi tersebut. Sebab selama ini para ahli Taurat mengajar bahwa tidak seorang pun akan mengetahui asal usul sang Mesias, sedangkan mereka merasa mengetahui asal usul Yesus. Itu sebabnya di dalam Yohanes 7:27 mereka berkata lebih lanjut tentang Yesus sedemikian: “Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." Mengetahui perbincangan penduduk Yerusalem ini di dalam Yohanes 7:28-30 dicatat Yesus menanggapi mereka dengan berseru bahwa mereka hanya mengenal asal usul Yesus secara terbatas, yaitu mereka mengetahui bahwa Yesus adalah anak Maria dan Yusuf. Tetapi sesungguhnya Ia berasal dari Allah dan mereka tidak mengenal Allah. Kata-kata ini sangat menyinggung hati orang-orang Yahudi tersebut. Sebab bagi orang Yahudi anggapan bahwa mereka tidak mengenal Allah merupakan suatu penghinaan yang sangat besar. Itu sebabnya mereka berniat untuk menangkap Yesus. Hanya saja tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. II. Pertanyaan tentang kuasa Yesus Namun di antara para orang banyak yang memenuhi Bait Allah tersebut ada banyak yang percaya kepada Yesus. Mereka telah melihat dan mendengar berbagai mujizat yang Yesus lakukan di Galilea. Berbagai mujizat tersebut menyadarkan mereka bahwa Yesus bukanlah seorang manusia biasa. Mereka juga telah mendengar pengajaran yang Ia sampaikan dengan penuh wibawa sehingga mereka mengetahui bahwa Yesus bukan sekedar seorang rabbi yang biasa-biasa. Kuasa dan pengajaran Yesus telah membagi orang Yahudi di Yerusalem menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama yaitu orang yang walaupun telah melihat mujizat Yesus dan mendengar ajaran-Nya namun hati mereka tetap tertutup sehingga mereka tidak mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias. Itu sebabnya Yesus menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak mengenal Allah. Sebab kalau saja mereka mempelajari kitab suci, tentu mereka tahu bahwa semua nubutan di dalam kitab suci tentang Mesias, termasuk asal usul-Nya, seperti misalnya tempat di mana Ia akan dilahirkan telah digenapi secara akurat di dalam diri Yesus. Kelompok yang kedua adalah mereka yang mempercayai Yesus sebagai Mesias. Mereka berpendapat kalau semisalkan Yesus bukan Mesias maka tidaklah mungkin Mesias yang akan datang tersebut melakukan mujizat yang lebih besar dari yang telah Yesus lakukan. Karena itu di dalam Yohanes 7:31 mereka bertanya: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat dari pada yang telah diadakan oleh Dia ini?" III. Pertanyaan tentang masa depan Yesus Perpecahan di antara orang-orang Yahudi ini meresahkan hati para pemuka agama Yahudi. Itu sebabnya orang-orang Saduki yang adalah para imam kepala dan orang-orang Farisi yang biasanya saling bermusuhan satu sama lain segera bersekutu dan menyuruh penjaga-penjaga Bait Allah untuk menangkap Yesus. Melihat situasi tersebut Yesus di dalam Yohanes 7:33-34 berkata demikian kepada orang banyak itu: "Tinggal sedikit waktu saja Aku ada bersama kamu dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Kamu akan mencari Aku, tetapi tidak akan bertemu dengan Aku, sebab kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada." Yesus tahu bahwa enam bulan lagi Ia akan ditangkap dan dianiaya sampai mati. Sesudah itu Ia akan pergi kepada Allah Bapa yang telah mengutus diri-Nya. Itu sebabnya kalaupun para pemuka agama Yahudi itu mencari Yesus mereka tidak akan bertemu dengan Dia lagi, sebab mereka tidak dapat datang ke sorga tempat dimana Allah Bapa dan Yesus berada. Dengan berkata demikian Yesus mengemukakan tentang masa depan yang akan Ia alami dan juga menempelak para pemuka agama Yahudi dengan berkata bahwa mereka tidak akan masuk ke sorga karena ketidak percayaan mereka. Namun kebebalan para pemuka agama Yahudi yang diistilahkan oleh Yohanes sebagai orang-orang Yahudi itu membuat mereka tidak memahami perkataan Yesus ini. Sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 7:35-36 mereka bertanya di antara mereka sendiri: "Ke manakah Ia akan pergi, sehingga kita tidak dapat bertemu dengan Dia? Adakah maksud-Nya untuk pergi kepada mereka yang tinggal di perantauan, di antara orang Yunani, untuk mengajar orang Yunani? Apakah maksud perkataan yang diucapkan-Nya ini: Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan Aku, dan: Kamu tidak dapat datang ke tempat di mana Aku berada?" Semua peristiwa ini menjelaskan kepada kita pentingnya anugerah atau kasih karunia Tuhan, hati yang terbuka terhadap karya Tuhan dan mengenal isi kitab suci agar kita dapat mengenal Yesus dengan benar. Oleh anugerah Tuhan kita dapat mengetahui bahwa mujizat dan ajaran yang Yesus sampaikan benar-benar membuktikan bahwa Ia adalah Sang Mesias yang sejati. Tanpa anugerah Tuhan dan keterbukaan terhadap karya Tuhan, bahkan orang yang menduduki jabatan keagamaan setinggi para pemuka agama Yahudi tidak dapat mengenal Yesus sebagai Mesias yang sejati. Sedangkan oleh pengenalan akan kita suci kitab akan bertumbuh di dalam iman yang benar terhadap Yesus, sehingga dengan demikian kita akan hidup dalam iman yang kokoh dan berjalan dalam hidup yang berkemenangan.
Only registered users can write comments!
GKPB.NET Comment System
GKPB.NET Comment System"
|
Latest Message: 4 days, 23 hours ago
- bob : untuk dumian...kalau gratis mungkin sulit...tapi kalau agak murah kita bisa usahakan
- Lorna : halo semua
- Dumian : hai..ada yang punya sponsor atau info untuk bisa dapatin kaos gratis ga untuk komunitas di sebuah kota? misalnya untuk pelayanan remaja? thx b4. GBU
- cicik79 : pls.. kirim ke cicik79@yahoo.com anybody know about SHine by GKPB...
- cicik79 : tertarik juga nih dengan SHine... bisa tau informasi selengkapnya ttg shine ya...India lg perlu nih...mohon bantuannya ya.. Makasih
- cicik79 : ikutan ah.. gue datang jauh2 dari India lho...tp member GKPB MDC, kangen neh ama GKPB, pa kabarnya?
- Riona : @adminb&all: apa ada yang punya informasi kapan reat-reat Shine dilaksanakan? terima kasih sebelumnya...
- Riona : hallo, salam kenal semua
- Riona : hallo, salam kenal semua..
- hengkycandra : @admin: Shalom! saya mau submit blog tapi koq gak bisa yachh...ada apa yachh? blog saya di image-smg.blogspot.com
- hengkycandra : Hi everyone...salam kenal yachh...visit my blog at «link»
- julhan : Hi all, selamat beraktifitas - GBU
- Toni HW : hallo, world...
- micro : salam kenal, Gbu all
- modalcoin : Salam kenal semua :-)
- Johan : hello all
- tolib : apa???
- tolib : hai... ada yg lg
- tolib : salam sukses untuk semua, GBU ALL
- Aliuz : Seorang pelayan yang setia adalah pelayan yang berkorban bagi Tuannya tanpa memperdulikan dirinya, yang terpenting adalah kepuasan dari Tuannya
- theosh : Menjadi Pelayan Mimbar Gereja adalah kumpulan para pelayan, ketika kita mengambil keputusan untuk menjadi jemaat terdaftar, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjadi Pelayan dan melibatkan diri dalam satu bidang pelayanan. Tetapi sayang, masih didapati motivasi yang tidak benar ketika seseorang ingin terlibat dalam pelayanan, sebagian besar masih berpikir bahwa terlibat dalam pelayanan adalah untuk mendapat atau menerima sesuatu dari pelayanan itu. faktor inilah yang menjadi penyebab utam
- martha prata : gbu too Tolib!
- tolib : happy day GBU ALL
- tolib : happy day... GBU ALL !!!
- tolib : happy day,...
Only registered users are allowed to post








