|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Dua puluh tahun memberi kuliah di kelas mengajar saya bahwa salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana para mahasiswa saya telah memahami dan tertarik kepada mata kuliah yang saya paparkan adalah dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan di dalam kelas. Dari kualitas pertanyaan yang mereka ajukan saya dapat memperkirakan sejauh mana mereka merasa berminat dan menguasai pokok yang sedang saya paparkan.
Karena itu adalah benar bila orang berpendapat bahwa ada tiga tahapan dalam belajar. Tahap yang pertama kita belajar menjawab dengan benar. Tahap yang kedua kita belajar mengajukan pertanyaan dengan benar. Tahap yang ketiga dan yang terakhir adalah belajar untuk mengetahui pertanyaan mana yang patut untuk ditanyakan. Hal inilah yang bagi Isidor Rabi merupakan prinsip penting bagi kehidupannya. Yang bersangkutan adalah seorang ilmuwan kelahiran Polandia yang menjadi pemenang hadiah Nobel untuk ilmu fisika tahun 1944.
Suatu ketika seseorang bertanya kepada Isidor Rabi apakah yang membuat ia berhasil menjadi seorang ilmuwan yang ternama. Rabi menjawab bahwa di waktu ia masih kanak-kanak setiap hari seusai sekolah ibunya akan mengajak yang bersangkutan berbicara tentang apa yang ia alami di sekolah pada hari itu. Si ibu tidak terlalu tertarik untuk menanyakan apa yang telah ia pelajari hari itu. Tetapi ia selalu bertanya kepada Rabi: “Sudahkah engkau mengajukan pertanyaan yang berkualitas hari ini?” Kemudian Isidor Rabi berkata kepada orang tersebut: “Mengajukan pertanyaan yang berkualitas telah mengakibatkan saya menjadi seorang ilmuwan.”
|
|
Read more...
|
|
|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Dalam salah satu kunjungan saya ke Belanda, saya meminta tuan rumah saya untuk menghantar saya ke Rijkmuseum yang berada di pusat kota Amsterdam. Museum yang sangat luas dan telah berusia 200 tahun ini merupakan salah satu museum ternama di dunia. Di samping berbagai artefak sejarah dan karya seni lainnya, Rijkmuseum dikenal sebagai tempat dimana disimpan berbagai lukisan karya Rembrandt, pribadi yang dianggap sebagai salah seorang pelukis terbaik dari Eropa.
Salah satu karya Rembrandt yang paling terkenal yang disimpan di museum ini adalah lukisannya yang diberi nama the Night Watch, atau Sang Jaga Malam. Sedemikian pentingnya lukisan ini sehingga ia ditempatkan di dalam sebuah ruangan besar yang disediakan khusus untuk menyimpannya. Lukisan yang selesai dilukis pada tahun 1642 ini terkenal karena ukurannya yang sangat besar yaitu sekitar 3,5 kali 4,5 meter, keefektifan dari teknik pencahayaannya serta gaya pelukisannya dimana para tentara yang dilukiskan di situ digambarkan dalam keadaan sedang bergerak.
Sebagaimana yang sering terjadi dengan obyek-obyek seni yang ternama di dunia, karya Rembrandt ini juga tidak luput dari upaya perusakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Pada tahun 1975 seorang guru sekolah yang menganggur merobek lukisan tersebut dengan sebuah pisau roti sehingga mengakibatkan robekan berbentuk zig zag yang berukuran besar. Pada tahun 1990 seorang laki-laki menyemprotkan zat asam kepadanya sehingga menimbulkan kerusakan pada lapisan vernis pada lukisan yang harganya tak ternilai tersebut.
|
|
Read more...
|
|
KESAN Services -
Articles
|
Ditulis oleh: Bambang H. Widjaja
Good to Great merupakan salah satu buku manajemen yang sangat berpengaruh yang terbit pada awal abad ini. Buku yang ditulis oleh Jim Collins ini memaparkan faktor-faktor yang membedakan antara perusahaan-perusahaan yang baik dengan perusahaan-perusahaan yang hebat. Yang dimaksudkan oleh Jim Collins dengan perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang paling terkemuka dibandingkan perusahaan lain di bidang yang sama karena telah membuktikan bahwa selama lima belas tahun berturut-turut menghasilkan kenaikan nilai saham yang bersifat fenomenal.
Untuk menemukan faktor-faktor tersebut, Jim Collins yang adalah seorang seorang peneliti dan pakar manajemen yang ternama tersebut melakukan penelitian selama lima tahun atas 1435 perusahaan yang didaftarkan di dalam majalah Fortune sebagai perusahaan-perusahaan yang terbaik di Amerika. Berdasarkan penelitian tersebut Jim Collins mendapatkan 11 perusahaan yang dapat disebut sebagai perusahaan-perusahaan yang terhebat di bidangnya masing-masing. Lebih lanjut, dari kesebelas perusahaan tersebut ia menemukan tujuh faktor yang menyebabkan mereka bukan sekedar baik tetapi benar-benar hebat. Salah satu faktor yang sangat menonjol dari ketujuh faktor tersebut adalah faktor kepemimpinan di dalam perusahaan tadi.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 151 |