Raising up Your Standar

Seorang di mana ia mencatatkan semua hal yang ia businessman membuat “worry chart” khawatirkan dalam hidup dan pekerjaannya..

Setelah satu tahun mencatat semua hal tersebut, ia membuat tabulasi hasil kekhawatirannya dengan hasil: Hanya 8% dari kekhawatirannya sepanjang tahun yang sebetulnya layak untuk dikhawatirkan. Sementara, 92% lainnya tidak layak untuk dikhawatirkan karena tidak beralasan dan tidak pernah terjadi.

Khawatir tidak hanya tidak bermanfaat, tetapi juga dapat melenyapkan banyak hal dalam hidup kita. Kesehatan dan produktivitas kitamenurun karena rasa khawatir. Banyak waktu yang terbuang. Kita pun tidak bisa hidup bahagia jika khawatir.

Di tengah melonjaknya harga­harga dan bertambahnya segala kebutuhan kita, banyak orang menjadi khawatir. Ditambah dengan berita­berita tidak sedap yang disampaikan media elektronik maupun cetak. Cara mengatasi kekhawatiran adalah janganlah khawatir! “Janganlah” merupakan kata larangan. Jangan khawatir artinya dilarang khawatir. Khawatir atau tidak, lebih dari sekadar suatu pilihan.

Kita harus mengubah data yang kita masukkan pada pikiran dan hati kita. Kita harus memasukkan semua yang baik, benar, dan manis, yaitu firman Tuhan. Selama ini pikiran kita tidak terkendali dan diisi oleh apa saja yang diberikan dunia di sekeliling kita. Itu sebabnya, tidak heran apabila yang kita rasakan sering kali adalah kekhawatiran. Sekarang, isi pikiran kita dengan yang baik dan benar, yaitu firman Tuhan. Kita akan hidup tanpa kekhawatiran dan kecemasan yang tidak beralasan.

Penulis : Pdt. Petrus Nawawi, MA
Penatua dan Koordinator Umum GKPB Fajar Pengharapan
Ketua Umum Majelis Pusat GKPB

Share This Post:
 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC