Raising up Your Standar

Hikmat untuk Kehidupan

Untuk mengalami kemenangan dan bahagia dalam hidup, kita memerlukan hikmat. Kerja keras dan pengetahuan saja tidak cukup. Kenapa demikian? Sebab hikmat memungkinkan kita melakukan sesuatu yang tepat pada saatnya dengan cara yang tepat.

Kebanyakan orang mengerti dan tahu hal yang harus dilakukan, tetapi sayangnya terlambat. Sudah lewat momentumnya. Sudah tidak lagi memberi dampak. Mereka bukan tidak tahu hal yang sebaiknya dilakukan, hanya saja mereka terlambat melakukannya. Hikmat berbeda dengan pengetahuan. Pengetahuan berisi informasi-informasi tentang hal dan cara. Sementara, hikmat berisi keputusan untuk melakukan sesuatu pada suatu saat dengan suatu cara. Hikmat merupakan kemampuan melakukan sesuatu yang spesifik pada saat yang tepat dengan cara yang tepat pula sehingga memberi hasil yang maksimal.

Tuhanlah yang memberikan hikmat dan takut akan Tuhanlah permulaan hikmat. Artinya, apabila kita ingin memiliki hikmat, hal yang terutama perlu kita lakukan adalah mendekatkan diri pada Tuhan. Hidup sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Namun selain itu, hikmat tinggal bersama-sama dengan kepandaian dan hanya ada di bibir orang yang berpengertian. Artinya, hanya orang yang rajin mencari kepandaian dan pengertian yang akan menemukan hikmat. Hikmat bukan untuk orang yang malas, melainkan untuk orang yang rajin. Dekatkan diri pada Tuhan senantiasa dan rajinlah, kita akan menemukan hikmat yang berharga tersebut

Penulis : Pdt. Petrus Nawawi, MA
Penatua dan Koordinator Umum GKPB Fajar Pengharapan
Ketua Umum Majelis Pusat GKPB

Share This Post:
 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC