Surat Pastoral

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.1 Tes 5:18

Bila kita ada disebuah pelatihan olah-raga, perkataan dari pelatih menjadi sebuah perintah yang kita ikuti, walaupun perkataan tersebut adalah perkataan yang menurut kita tidak masuk akal, membosankan atau membingungkan kita.

Saat ini kita renungkan apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita sebagai orang percaya yaitu mengucap syukur dalam segala hal.

Apakah ucapakan syukur kepada Allah sebagai bentuk pelarian dari sebuah kenyataan atau keadaan yang buruk ? Sebagai orang percaya terdapat pembeda, dalam segala hal yang buruk sekalipun kita harus melihat sebuah bentuk kekekalan. Dimanakah hubungan antara ucapan syukur dan kekekalan saat peristiwa buruk itu tiba ?

Apa yang terjadi di dunia ini, buruk sekalipun adalah tindakan yang harus kita pandang sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah sebagai pencipta hidup ini. Kita harus mengakui ada sebuah keadaan yang buruk tapi dalam kondisi yang demikian Allah mengontrol - menguasai - memiliki - mempunyai dan mengatur semua hidup kita, itulah makna ucapan syukur.

Renungan dan Penerapan

Share This Post:
aan

aan

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt

 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC