Sumatra

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajahMu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupaMu (Mazmur 17:15)

Bila kita meletakkan kekayaan di atas sistem nilai kita, maka pada dasarnya kita telah membiarkan kekuasaan, kesenangan, dan sekuritas keuangan menutupi nilai abadi dari hubungan kita dengan Allah. Kita mengira kita akan merasa bahagia atau puas bila kita memperoleh kekayaan yang besar, hanya untuk kemudian menemukan bahwa hal-hal itu sebenarnya tidak dapat memberi kepuasan dan kesenangan yang ditimbulkannya akan hilang dengan cepat. Alat pengukur yang benar dari kebahagiaan atau kepuasan hanya ada dalam kasih Allah, dan dalam melakukan kehendakNya saja. Anda akan menemukan kebahagiaan sejati, apabila Anda meletakkan hubungan Anda dengan Allah sebagai prioritas utama di atas kekayaan dunia.

Renungan dan Penerapan

Share This Post:
aan

aan

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt

 
Sinode Gereja Kristen
Perjanjian Baru
  • Address:
    MDC Hall, Wisma 76 Lt. 26
    Jl. S. Parman Kav. 76 Slipi
    Jakarta Barat 11410
  • Phone: (+6221) 53690033
  • Fax: (+6221) 53690055
 
 
© 2016. «GKPB MDC